Cedera pada tulang dan anggota gerak, seperti fraktur, dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, perubahan bentuk, serta gangguan pergerakan. Pada kondisi tersebut, pertolongan pertama diperlukan untuk mencegah cedera menjadi lebih berat sebelum korban mendapatkan penanganan medis. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah pembidaian atau splinting, yaitu imobilisasi bagian tubuh yang mengalami cedera.
Pembidaian bertujuan membatasi pergerakan pada bagian yang cedera sehingga dapat membantu mengurangi nyeri, mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut, dan mempermudah proses pemindahan korban ke fasilitas kesehatan. Pedoman American Heart Association dan American Red Cross menyebutkan bahwa pembidaian pada ekstremitas yang mengalami fraktur dapat bermanfaat untuk mengurangi nyeri, menurunkan risiko cedera lanjutan, dan mempermudah transportasi ke fasilitas kesehatan.
Pembidaian merupakan tindakan memberikan alat penyangga pada bagian tubuh yang mengalami cedera untuk membatasi gerakan. Pada dugaan fraktur, bidai dipasang untuk menjaga bagian yang cedera tetap stabil sampai korban mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. WHO-ICRC juga menekankan pentingnya pemeriksaan sirkulasi, sensasi, dan pergerakan sebelum dan sesudah pemasangan bidai.
Tujuan pembidaian adalah:
1. Mengurangi pergerakan pada bagian tubuh yang cedera.
2. Membantu mengurangi nyeri.
3. Mencegah cedera atau kerusakan jaringan yang lebih lanjut.
4. Membantu mengurangi risiko perdarahan akibat pergerakan fragmen tulang.
5. Mempermudah pemindahan korban menuju fasilitas kesehatan.
Penelitian pada pasien fraktur ekstremitas juga menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri setelah dilakukan pembidaian. Pada penelitian tahun 2023, rata-rata skala nyeri menurun dari 6,19 sebelum pembidaian menjadi 3,9 setelah pembidaian, dengan hasil yang bermakna secara statistik.
Prinsip Pembidaian
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan saat melakukan pembidaian yaitu:
Jangan menggerakkan bagian tubuh yang dicurigai mengalami fraktur secara berlebihan.
Periksa kondisi sirkulasi, sensasi, dan pergerakan sebelum pemasangan bidai.
Gunakan bidai yang cukup panjang sehingga dapat menyangga area cedera dan sendi di atas serta di bawah lokasi cedera.
Berikan bantalan pada bagian yang bersentuhan dengan kulit, terutama pada tonjolan tulang.
Ikat bidai dengan kuat tetapi jangan terlalu ketat karena pembengkakan dapat bertambah.
Setelah bidai terpasang, periksa kembali nadi, sensasi, warna, suhu, dan pergerakan bagian tubuh di bawah lokasi cedera.
Langkah-Langkah Pembidaian
Sebelum melakukan pembidaian, pastikan lingkungan aman dan lakukan pemeriksaan awal terhadap korban. Jangan memaksa meluruskan anggota tubuh yang mengalami deformitas apabila sirkulasinya masih baik. Pedoman pertolongan pertama merekomendasikan mempertahankan posisi cedera sebagaimana ditemukan, kecuali terdapat kondisi tertentu yang memerlukan penanganan untuk mempertahankan sirkulasi atau mempermudah evakuasi.
Langkah pembidaian secara umum meliputi:
1. Jelaskan tindakan kepada korban dan tenangkan korban.
2. Periksa nadi, warna kulit, sensasi, dan kemampuan bergerak sebelum pembidaian.
3. Siapkan bidai dengan ukuran yang sesuai.
4. Berikan bantalan pada bidai, terutama pada bagian yang menekan tonjolan tulang.
5. Tempatkan bidai tanpa mengubah posisi anggota tubuh secara paksa.
6. Ikat bidai menggunakan perban atau bahan yang tersedia.
7. Pastikan ikatan tidak terlalu ketat.
8. Periksa kembali sirkulasi, sensasi, dan pergerakan setelah bidai terpasang.
9. Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Hal yang Tidak Boleh Dilakukan
Pada dugaan fraktur, penolong tidak dianjurkan memijat atau mengurut bagian yang cedera, memaksa tulang kembali ke posisi semula, atau melakukan gerakan yang tidak diperlukan. Pada fraktur terbuka, luka perlu ditutup menggunakan balutan bersih untuk mengurangi risiko kontaminasi dan infeksi.
Kesimpulan
Pembidaian merupakan salah satu bentuk pertolongan pertama pada cedera ekstremitas dan dugaan fraktur. Tindakan ini dilakukan untuk membatasi pergerakan, membantu mengurangi nyeri, mencegah cedera lebih lanjut, dan mempermudah proses evakuasi. Pembidaian harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi sirkulasi dan sensasi anggota tubuh sebelum dan sesudah pemasangan. Setelah pertolongan pertama diberikan, korban tetap perlu mendapatkan pemeriksaan dan penanganan oleh tenaga kesehatan.
Mengenal Pembidaian: Pertolongan Pertama pada Cedera dan Fraktur
← Kembali ke Artikel
Bagikan artikel ini jika bermanfaat.